by Prastika Erma S on Wednesday, November 18, 2009 at 8:32pm
Mind: " Aduh kenapa sih harus teringat dia lagi?"
Heart:" Sudahlah, dulu kamu sudah bisa melupakan untuk menyukai dia, tapi kenapa sekarang harus
teringat lagi sih?Apa karena sekarang dia lagi sendiri?"
Mind: "Mungkin begitu, tapi masa aku harus mengambil kesempatan ini?"
Heart: " Buat apa? dia tuh banyak yang suka, banyak yang ngejar, lagian dia juga kayak gitu, belum
sesuai dengan kriteria mu, kenapa kamu juga ikut2 mengejar dia?"
Mind :"Aku belum pernah merasakan jatuh cinta, aku tau aku hanya bisa teman saja, tapi kenapa aku
harus selalu hanya menjadi teman?"
Heart: "Kau punya keikhlasan yang lebih, itulah yang membuatmu mereka lebih membutuhkanmu sebagai
teman. Sudahlah, tolong lupakan dia!"
Mind: "Tapi aku tak bisa, ku masih ingin terus mengeembarakannya dalam mimpiku."
Heart: "Tapi apa hasil yang kamu dapatkan, hanya kehampaan, tanpa sebuah perjuangan, sia-sia, tak
dipedulikan, dia lebih memilih yang fisik, bukan karena perasaan yang lebih lembut."
Mind: "Lalu apa yang kurang dari aku, aku sudah bersabar menunggu selama ini?"
Heart: "Itulah kau, yang kau lakukan hanya menunggu, ingat kamu hanya teman bagi dia, sudahlah,
tolong lupakan dia, berbulan yang lalu kamu sudah bisa melupakannya kan, anggap saja dia sudah yang lain."
Mind: "Itu membuatku lebih sakit, tapi , bismillahirrahmanirrahim, akan aku coba. Akan aku lupakan dia, akan aku lanjutkan komitmenku, akulah sang miracle yang bebas beterbangan yang terlindungi oleh perisai indah!"
Heart: "Nah, begitu baru bagus. Ingat, lupakan dia, tak ada gunanya mencuri kesempatan yang ada sekarang, malah membuatmu semakin sakit hati, karena dia menilai orang bukan dari hatinya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar